Senin, 27 Agustus 2012

NOW AND FOREVER

Whenever I'm weary from the battles that rage in my head
You make sense of madness when my sanity hangs by a thread
I lose my way but still you seem to understand
Now and forever I will be your man.


Sometimes I just hold you
Too caught up in me to see
I'm holding a fortune that heaven has given to me
I'll try to show you each and every way I can
Now and forever I will be your man

Now I can rest my worries and always be sure
That I won't be alone anymore
If I'd only known you were there all the time
All this time


Until the day the ocean doesn't touch the sand
Now and forever I will be your man
Now and forever I will be your man

Dedicated to my @littlewinda


#Populered by Richard Marx

Senin, 23 Juli 2012

Hidup ini pilihan


Hidup adalah pilihan.. ya.. kata-kata ini sangat terpatri di dalam hati ku..
karena itu lah dalam menjalani hidup saya sering sekali melakukan pendekatan tanggungjawab bukan larangan..
sehingga dalam memberi pertimbangan, nasehat atau apapun namanya,, saya sebisa mungkin tidak menggunakan kalimat " Jangan begini... " atau "jangan begitu y... " melainkan " kalau kamu melakukan ini kamu akan... " "kalau kamu melakukan itu kamu akan... " biarkan dia yang memilih apa yang harus dilakukan atau dijalani nya.. tp dia jg harus berani bertanggungjawab atas segala konsekuensi pilihannya...

Dan menurut saya disitulah letak keindahan hidup..


Rabu, 21 Maret 2012

"SALAH SATU DIANTARA KAMU ADALAH MESIAS"


 
Seorang Guru sedang bermeditasi di dalam gua di Himalaya. Ia
membuka   matanya,   dan   melihat    seorang    tamu    tak
disangka-sangka  duduk  di  hadapannya,  yakni seorang abbas
dari sebuah pertapaan terkenal.
 
"Anda mencari apa?" tanya sang Guru.
  Abbas menceritakan sebuah kisah sedih. Pada suatu ketika pertapaannya itu termashur di seluruh dunia Barat. Kamar-kamar pertapaannya penuh dengan para aspiran muda dan gerejanya menggema karena nyanyian para rahibnya. Tetapi masa-masa berat telah menimpa pertapaan. Umat tidak lagi berbondong-bondong datang untuk menyegarkan jiwanya, arus aspiran muda mengering, dan gereja pun tinggal diam. Masih ada segelintir rahib bertahan dan mereka ini melakukan tugasnya dengan berat hati.   Inilah yang bapa abbas ingin tahu. "Apakah ini disebabkan oleh dosa-dosa kami, bahwa pertapaan merosot sampai keadaan sekarang ini?"   "Ya" kata sang Guru, "dosa ketidaktahuan."   "Dan dosa bagaimana itu kiranya?"   "Seorang dari antaramu itu sang Mesias menyamar dan kamu tidak tahu akan hal ini." Sesudah berkata itu Guru menutup matanya dan kembali bermeditasi lagi.   Selama perjalanan sulit pulang kembali ke pertapaannya, jantung abbas berdebar cepat karena memikirkan bahwasanya Mesias -- ya sang Mesias sendiri -- sudah kembali ke dunia, dan ada di pertapaan itu juga. Bagaimana mungkin ia khilaf tidak mengenalinya? Dan siapa gerangan ia itu? Bruder koki? Bruder koster? Bruder ekonom? Bruder Prior? Bukan, dan bukan dia, kekurangannya terlalu menyolok, sayang! Tetapi sang Guru mengatakan, bahwa ia menyamar. Apakah cacat itu penyamarannya? Kalau memikirkan itu, setiap orang di pertapaan punya cacat. Dan salah satu dari mereka itulah Mesias!   Kembali dalam biara ia mengumpulkan para rahib dan menceritakan, apa yang sudah ia temukan. Mereka saling memandang tidak percaya. Mesias? Di sini? Tak dapat dipercaya. Tetapi ia diandaikan ada di sini menyamar. Ya, mungkin. Bagaimana seandainya itu si anu? Atau orang lain di sana itu? Atau ...   Satu hal yang menjadi pasti: Kalau Mesias ada di sana menyamar, tentu mereka tidak bakal mengenalnya. Maka mereka berusaha memperlakukan setiap orang dengan hormat dan tanggapan baik. "Kamu tidak pernah tahu," kata mereka kepada diri mereka sendiri, bilamana mereka bergaul satu sama lain di antara mereka, "barangkali inilah orangnya."   Akibat semua ini, suasana di pertapaan menjadi penuh semangat kegembiraan. Segera sesudahnya, berpuluh-puluh aspiran ingin masuk menjadi anggota Ordo -- dan sekali lagi gereja kembali hingar bingar oleh karena nyanyian suci dan riang dari para rahib yang mengumandangkan semangat cintakasih.   Apakah gunanya memiliki mata, bilamana hati menjadi buta?   (DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Sabtu, 04 Februari 2012

Korupsi.. antara niat, tekanan dan kepolosan

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan pemberitaan di media-media, baik media elektronik maupun media cetak, bahwa salah satu mantan artis dan juga manta putri indonesia AS, ditetapkan sebagai tersangka. Saya pribadi merasa terkejut dengan penetapan tersebut, karena selama ini yang ada dibenak saya, tuduhan yang ditujukan padanya hanyalah tekanan yang berbau politis. Tapi dengan adanya pengumuman AS sudah ditetapkan menjadi tersangka, saya jadi berpikir, "Apakah memang dunia politik benar-benar sangat keras, sehingga seorang AS pun harus masuk dalam lingkaran korupsi?" ini tentunya didukung fakta bahwa selama ini KPK sangat hati-hati dalam menetapkan tersangka dan sekali ditetapkan sebagai tersangka, pasti yang bersangkutan akan berakhir dibalik jeruji dengan status terpidana.
Mengapa pada awalnya saya tidak yakin bahwa AS melakukan korupsi? karena latar belakangnya yang dipenuhi sederet prestasi (klik disini).dan saya juga yakin secara materi/harta sebelum menjadi politikus senayan  AS pasti jg sudah mapan.
Lalu kira-kira apa yang menyebabkan dia melakukan korupsi? (seandainya dia benar-benar melakukannya)
Menurut teori GONE, suatu teori yang sangat terkenal di ranah FRAUD (kecurangan) dikatakan, seseorang melakukan fraud/kecurangan/korupsi karena 4 faktor yaitu :
  1. Greed (keserakahan) 
  2. Opportunity (kesempatan) 
  3. Need (kebutuhan) 
  4. Exposure (pengungkapan) 
Mungkin secara penjelasan, yang masih membingungkan adalah Exposure (pengungkapan). 
Exposure (Pengungkapan) adalah kondisi dimana seseorang (masyarakat) menganggap pelaku kasus-kasus kecurangan yang telah terungkap tidak mendapat perlakuan sebagaimana layaknya seseorang yang bersalah, sehingga mengakibatkan anggapan, melakukan fraud adalah sebuah kewajaran.


2 faktor lain yang berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya didunia audit pengelolaan keuangan yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi yaitu Tekanan dan Ketidaktauan (polos).
  • Tekanan adalah dimana pelaku korupsi melakukannya karena adanya tekanan dari lingkungan yang ada disekitarnya yang secara tidak disadari membuatnya melakukan korupsi, Mis : niat dari Istri atw pasangannya yang mungkin banyak permintaan dan membanding-bandingkan kehidupan ekonomi keluarganya dengan keluarga tetangganya ataupun kehidupan keluarga teman-teman dikantor suaminya dengan posisi yang sama bahkan dibawah posisi suami/pasangannya tapi memiliki kehidupan yang wah...
  • Ketidaktauan (polos) adalah kondisi dimana seseorang melakukan korupsi yang tidak disadarinya, hal tersebut ketidaktahuannya akan peraturan mengenai Sistem maupun SOP pengelolaan keuangan Negara/ Daerah.. hal ini banyak dialami Kepala2 sekolah Negeri di daerah-daerah yang sebagian besar masih buta akan peraturan2/SOP pengelolaan keuangan negara/daerah. Dan tidak jarang juga dialami oleh anggota-anggota Dewan didaerah, karena masih ada beberapa anggota Dewan didaerah yang terpilih duduk di kursi dewan bukan karena kompetensinya melainkan karena kedekatan personal/persaudaraan.. saya jadi ingat ketika diadakan Pemilu di daerah saya yang salah satunya adalah memilih anggota DPRD Kabupaten, dmn salah satu calon adalah satu jemaat gereja dengan saya. kebetulan memang secara financial calon tersebut sudah kuat,tetapi saya lihat secara pengetahuan dan kompetensi dibidang pengelolaan/SOP keuangan daerah dy sangat kurang. sehingga ketika orang tua saya berkata "Pilih dia nanti y, biar ada anggota gereja kita yang jadi anggota dewan", saya pun hanya menjawab "Saya tidak akan memilihnya, karena jika aku memilihnya ak takut ak malah menjerumuskannya ke penjara".

Rabu, 01 Februari 2012

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA (Bagian - 1)


Berdasarkan Petunjuk Teknis Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Kementerian/ Lembaga (LKKL) , Pelaksanaan pemeriksaan atas LKPP dan LKKL meliputi 9 (sembilan) kegiatan, yaitu : 
  • Pelaksanaan pengujian analitis terinci,
  • Pengujian sistem pengendalian intern,
  • Pengujian substantif atas transaksi dan saldo,
  • Penyelesaian penugasan,
  • Penyusunan ikhtisar koreksi,
  • Penyusunan konsep temuan pemeriksaan,
  • Pembahasan dengan pejabat entitas yang berwenang,
  • Perolehan tanggapan resmi dan tertulis dari pejabat entitas yang berwenang, serta
  • Penyampaian temuan pemeriksaan.


Mari kita akan bahas satu per satu :
  1. Pelaksanaan Pengujian Analitis Terinci : 
    Pengujian analitis dalam pelaksanaan pemeriksaan dapat dilakukan dengan (1) Analisa Data, (2) Teknik Prediktif, dan (3) Analisa Rasio dan Tren, sesuai dengan area yang telah ditetapkan sebagai uji petik, dengan membandingkan antar unsur LKPP dan LKKL serta informasi nonkeuangan yang terkait secara terinci.
a. Analisa Data Pemeriksa menguji LKPP dan LKKL yaitu meliputi antara lain:
  • Ketepatan penjumlahan secara horizontal dan vertikal pada laporan keuangan dan kesesuaian dengan SAP
  • Ketepatan akun/perkiraan dan nilainya dibandingkan dengan semua akun/perkiraan dan nilainya dari laporan keuangan
  • Kecukupan pengungkapan akun/perkiraan tersebut. 
      b. Teknik Prediktif
Pemeriksa menguji lebih rinci kenaikan nilai akun/perkiraan yang  tidak biasa (unusual item) dari tahun  sebelumnya.
      c. Analisa Rasio atau Tren 
Pemeriksa menguji lebih rinci rasio atau tren akun/perkiraan yang telah dilakukan pada pengujian analitis awal seperti antar akun belanja dan kenaikan/penurunan aset tetap dan sebagainya.

Pengujian analitis terinci ini diharapkan dapat membantu pemeriksa untuk menemukan hubungan logis penyajian akun pada LKPP dan LKKL dan menilai kecukupan pengungkapan atas setiap perubahan pada pos/akun/unsur pada laporan keuangan yang diperiksa, serta membantu menentukan area-area signifikan dalam pengujian sistem pengendalian intern dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo.

itu dulu ya buat kali ini,, ntar dilanjutin lagi... :D



Senin, 19 Desember 2011

Kemauan Vs Keinginan

"Setiap orang punya impian yang memberikannya rasa bahagia"
Untuk dapat mewujudkan mimpi, tentu perlu upaya keras yang juga didorong oleh kemauan. Apa impian Anda dalam karier dan pekerjaan? Sebelum mengurai satu persatu impian Anda, kenali lebih dahulu kemauan, yang ternyata berbeda dengan keinginan. Motivator, Certified Professional Coach, Hypnotherapist, juga Licensed NLP Master Practitioner, Ainy Fauziyah menjelaskan dalam bukunya Dahyatnya Kemauan. Mengutip Ainy, "Kemauan adalah janji kepada diri sendiri, yang memberikan kekuatan sangat besar. Sebuah kekuatan yang dimiliki setiap manusia, membantunya menjadi seorang pemenang yang mengalahkan ego dan mendorong impiannya menjadi kenyataan." Kemauan, Ainy menjelaskan, punya makna mendalam dari arti sederhananya, yakni "apa yang dimaui". Anda bisa menafsirkan arti harfiah ini dengan banyak makna. Bagi Ainy, kemauan atau mau lebih bermakna sebagai "kesungguhan". "Kesungguhan hati dalam mewujudkan impian melalui tindakan nyata secara konsisten," jelasnya. 


"Kemauan berawal dari impian atau harapan yang diinginkan menjadi nyata."
Impian inilah yang kemudian mampu mendorong diri Anda untuk melakukan tindakan nyata. Karenanya, banyak orang bijak bilang, bermimpilah, jangan takut bermimpi! Namun mimpi takkan membawa Anda pada kesuksesan, tanpa memiliki kesungguhan hati atau kemauan kuat dari dalam diri ini. Setiap pribadi perlu memiliki kesungguhan hati berupa kesanggupan melakukan tindakan secara gigih demi mencapai hasil yang diinginkan. Di sinilah peran kemauan dalam mewujudkan semua mimpi-mimpi Anda. Menurut Ainy, kesungguhan hati inilah yang membuat Anda menjadi pribadi tangguh, siap menerima tantangan, pantang menyerah, dan fokus pada tujuan yang diinginkan, dengan melakukan tindakan nyata. Berbeda dengan keinginan Kemauan berbeda makna dengan keinginan. Jika kemauan diikuti dengan tindakan nyata, keinginan adalah ketertarikan terhadap sesuatu tapi tidak diikuti tindakan nyata. Ainy memaparkan empat perbedaan keinginan dan kemauan: 

  1. Ada kesungguhan hati dalam kemauan, sebaliknya hal ini tak didapatkan pada keinginan. 
  2. Ada tindakan nyata dalam kemauan, sementara keinginan yang ada hanya angan-angan semata. 
  3. Kemauan menghasilkan pencapaian, sementara keinginan tak menghasilkan apa-apa karena tak ada tindakan. 
  4. Ada semangat optimal dalam kemauan, sedangkan dalam keinginan tetap ada semangat namun tak optimal. 

Anda dapat mengukur diri, apakah kemauan dan keinginan yang mendominasi? Jika saat ini mimpi Anda belum tercapai, boleh jadi salah satunya penyebabnya adalah minimnya kemauan yang juga bermakna tindakan nyata diiringi semangat optimal. Apa pun impian Anda dalam karier dan pekerjaan, buktikan bahwa Anda punya kemauan untuk mewujudkannya, jadi nyata.

sumber:kompas.com


Senin, 12 Desember 2011

Menikmati Natal ala Jomblo

Meskipun menyandang status jomblo, bukan berarti di hari Natal nanti Anda akan kesepian. Tidak semestinya status single disikapi dengan wajah muram dan kesedihan. Kalau Anda memang belum menemukan kekasih hati, ambil saja keuntungan dengan menjomblo ini. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satu hal yang paling pasti adalah merayakan Natal bersama keluarga.
Melakukan tradisi Natal
Sewaktu masih kecil, kita sering melakukan tradisi Natal dengan menghias pohon Natal dengan anggota keluarga yang lain, menaruh berbagai aksesori Natal dan membuatnya terlihat indah. Jangan biarkan kenangan itu berakhir begitu saja. Anda bisa kembali melakukan tradisi menghias pohon Natal itu kembali.
Nonton bareng bersama keluarga
Bagaimana jikalau Anda bukan berasal dari keluarga Kristen? Anda dapat mengajak mereka menonton film Natal bersama. Entah itu di bioskop, menyewa DVD, maupun nonton di televisi karena pasti ada banyak film Natal yang menarik. Yang terpenting adalah kebersamaannya dan bagaimana menikmati Natal itu bersama keluarga.
Beri Kado kepada Setiap Anggota Keluarga
Meskipun ada anggota keluarga yang tidak merayakan Natal, bukan berarti mereka tidak bisa mendapatkan kado dari Anda. Berikanlah kado yang spesial buat mereka, tidak harus mahal, tapi yang berarti. Biarlah Natal jadi kesan tersendiri buat anggota keluarga Anda. Anda juga bisa mengajak keluarga untuk makan malam bersama sambil memberikan kado.
Ajak Keluarga Untuk Melakukan Kegiatan Sosial
Anda bisa mengajak keluarga Anda untuk melakukan kegiatan sosial seperti mendatangi panti jompo, panti asuhan, membagikan pakaian-pakaian layak pakai ke anak jalanan, drama untuk anak-anak yang punya kekurangan fisik dari seluruh anggota keluarga Anda dan lain sebagainya. Bisa saja Anda lakukan jalan-jalan ke suatu daerah tertentu sambil melakukan kegiatan sosial ini.
Buatlah Natal Anda sekreatif dan berkesan. Menjadi single, tidak berarti Natal Anda akan terasa hampa. Anda pun dapat membuat keluarga dan Anda sendiri merasakan kasih Natal yang luar biasa. Bagikanlah kasih Natal itu kepada semua orang.

sumber : jawaban.com