Mengapa pada awalnya saya tidak yakin bahwa AS melakukan korupsi? karena latar belakangnya yang dipenuhi sederet prestasi (klik disini).dan saya juga yakin secara materi/harta sebelum menjadi politikus senayan AS pasti jg sudah mapan.
Lalu kira-kira apa yang menyebabkan dia melakukan korupsi? (seandainya dia benar-benar melakukannya)
Menurut teori GONE, suatu teori yang sangat terkenal di ranah FRAUD (kecurangan) dikatakan, seseorang melakukan fraud/kecurangan/korupsi karena 4 faktor yaitu :
- Greed (keserakahan)
- Opportunity (kesempatan)
- Need (kebutuhan)
- Exposure (pengungkapan)
Mungkin secara penjelasan, yang masih membingungkan adalah Exposure (pengungkapan).
Exposure (Pengungkapan) adalah kondisi dimana seseorang (masyarakat) menganggap pelaku kasus-kasus kecurangan yang telah terungkap tidak mendapat perlakuan sebagaimana layaknya seseorang yang bersalah, sehingga mengakibatkan anggapan, melakukan fraud adalah sebuah kewajaran.
2 faktor lain yang berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya didunia audit pengelolaan keuangan yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi yaitu Tekanan dan Ketidaktauan (polos).
- Tekanan adalah dimana pelaku korupsi melakukannya karena adanya tekanan dari lingkungan yang ada disekitarnya yang secara tidak disadari membuatnya melakukan korupsi, Mis : niat dari Istri atw pasangannya yang mungkin banyak permintaan dan membanding-bandingkan kehidupan ekonomi keluarganya dengan keluarga tetangganya ataupun kehidupan keluarga teman-teman dikantor suaminya dengan posisi yang sama bahkan dibawah posisi suami/pasangannya tapi memiliki kehidupan yang wah...
- Ketidaktauan (polos) adalah kondisi dimana seseorang melakukan korupsi yang tidak disadarinya, hal tersebut ketidaktahuannya akan peraturan mengenai Sistem maupun SOP pengelolaan keuangan Negara/ Daerah.. hal ini banyak dialami Kepala2 sekolah Negeri di daerah-daerah yang sebagian besar masih buta akan peraturan2/SOP pengelolaan keuangan negara/daerah. Dan tidak jarang juga dialami oleh anggota-anggota Dewan didaerah, karena masih ada beberapa anggota Dewan didaerah yang terpilih duduk di kursi dewan bukan karena kompetensinya melainkan karena kedekatan personal/persaudaraan.. saya jadi ingat ketika diadakan Pemilu di daerah saya yang salah satunya adalah memilih anggota DPRD Kabupaten, dmn salah satu calon adalah satu jemaat gereja dengan saya. kebetulan memang secara financial calon tersebut sudah kuat,tetapi saya lihat secara pengetahuan dan kompetensi dibidang pengelolaan/SOP keuangan daerah dy sangat kurang. sehingga ketika orang tua saya berkata "Pilih dia nanti y, biar ada anggota gereja kita yang jadi anggota dewan", saya pun hanya menjawab "Saya tidak akan memilihnya, karena jika aku memilihnya ak takut ak malah menjerumuskannya ke penjara".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar